Menggantungkan kangen ini pada ribuan kata yang selalu hadir
Saat aku bisa mencium harum rambutmu pada rentetan senja hari ini, kemarin, esok atau lusa
Satu tatap yang tercipta, memangutku dipelukan cinta
Luruh tak tertahan, mengelopak pada bunga pagi
Segar semerbak mewagikan rumah hatiku
Bolehkah aku menengoknya sejenak?
Andai kau ujinkan, aku aku ingin menjemput bahagia meski hanya satu debu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar